Kamis, 26 November 2009

lifestyle: Dian Sastro Suka Mandi Banyak Busa

lifestyle: Dian Sastro Suka Mandi Banyak Busa


Dian Sastro Suka Mandi Banyak Busa

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com — Cara apa yang ditempuh oleh Dian Sastro untuk memanjakan diri sekalian mendapat inspirasi? Mandi dengan banyak busa!

Dengan mandi, kata aktris dan model yang suka menggambar dan melukis ini, ia bisa memanjakan dirinya sekaligus memperoleh inspirasi untuk menggambar dan melukis. "Saya itu suka mandi berendam, apalagi kalau airnya hangat. Di dalam air, berendam, banyak busanya. Kalau sudah seperti itu, pikiran jadi jernih. Dari situ, jadi gampang dapat inspirasi, seperti buat gambar dan melukis," tutur pemilik nama lengkap Diandra Paramitha Sastrowardoyo ini ketika ditemui di Jakarta, Rabu (25/11).

Kalau sedang memiliki waktu luang, pemeran film-film, antara lain, Ada Apa dengan Cinta? dan Pasir Berbisik, ini biasa memanjakan diri dengan mandi. "Aku orang yang sibuk. Jadi, kalau mandi benar-benar memaksimalkan waktu mandi itu," ungkap perempuan yang biasa mandi pagi 15-20 menit. "Kita banyak aktivitas, kita bisa gunakan benar-benar mandi untuk treatment, dan itu kita lakukan setiap hari, daripada meluangkan waktu seharian kosong, karena itu lebih boros," sambungnya.

Dalam musim penghujan seperti saat ini, kebiasaan memanjakan dirinya dengan mandi tetap dijalankan oleh Dian. "Kalau hujan, kita tetap harus mandi. Biar dingin, tetap saja harus mandi," ujar Dian, yang biasa membawa sabun ke mana pun ia pergi. "Aku mandi siang kalau sudah panas," imbuhnya. (C9-09)

This content has passed through fivefilters.org.



image

Alicia Keys Perkenalkan Perhiasan yang Inspiratif

Posted:

LOS ANGELES, KOMPAS.com Penyanyi peraih penghargaan Grammy kategori R&B, Alicia Keys (28), akan memperkenalkan koleksi perhiasannya. Dia menggambarkan koleksinya itu sebagai benda berharga yang mengandung "pesan" inspiratif bagi para penggemar.

Untuk itu, dia bekerja sama dengan desainer Kanada, Gisele Theriault, lewat produk bernama The Barber's Daughters. Perhiasan itu terbuat dari perak dan berbagai batu-batuan yang diberi kutipan dan puisi dari para figur dunia, seperti Gandhi, Buddha, sampai Shakespeare.

"Ada juga perhiasan dari perak dengan tulisan 'I am a superwoman'," ujar Keys sambil tertawa seusai meluncurkan koleksi perhiasan itu di New York, Amerika Serikat. Semua perhiasan itu akan dilempar ke pasaran pada tahun 2010.

"Sebagai penulis lirik lagu, saya menyukai kata-kata. Jadi, wajar saja kalau saya juga senang memilih kata-kata yang bisa mengetuk hati banyak orang," katanya kepada televisi Reuters.

Ia berharap koleksinya bisa menginspirasi banyak orang untuk berbuat lebih baik. "Kalau lewat musik, saya bisa membuat mereka teringat satu masa dalam hidupnya, maka ini bisa berarti seperti mantra," ujar Keys.

Rencananya, perhiasan itu akan dijual di Collette Blanchard Gallery, New York. Harganya? Sangat bervariasi, mulai dari 85 dollar AS hingga 2.500 dollar AS.(REUTERS/CP)

This content has passed through fivefilters.org.



image

Melly "She" Jago Menawar

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com - Dari ketujuh personel band She, yang semuanya perempuan, Melly-lah yang paling betah berlama-lama menawar harga ketika berbelanja busana.

Melly boleh dibilang pemburu pakaian dengan harga yang murah. Demi mendapatkan busana yang diinginkannya dengan harga yang murah, ia rela menghabiskan banyak waktunya untuk menawar harga di beberapa tempat berbelanja di Jakarta. "Kalau baju, dari Mangga Dua sampai pasar (pakaian) second, saya pernah ngalamin itu," tutur Melly.

Melly mengaku, dibandingkan dengan personel-personel lain She, ia paling jago menawar. "Oh, kalau di antara 'anak-anak' She yang bertujuh, saya tuh orang yang paling berjuang untuk menawar. Misalnya, kalau ada 100 kios, seratus-seratusnya saya jabanin," kata Melly.

Dalam urusan tawar-menawar, Melly paling pantang menyerah kepada harga yang dipatok pedagang. "Kalau anak She yang lain paling juga ngomong, 'Aduh Imel, udah dong, balik yuk, balik yuk'. 'Tapi, tunggu, kalau belum semuanya saya puterin jangan dulu pulang'," cerita Melly menirukan ucapannya kepada rekan -rekan segrupnya di She.

Bagi Melly, memenangkan adu tawar dengan pedagang bisa membawa kepuasan tersendiri. "Kayaknya, kalau dapatin barang bagus dari sana, itu prestasi buat saya. Apalagi, waktu itu saya pernah hunting ke Gede Bage, Bandung, dapat baju yang luar biasa keren, yang sampai sekarang setiap kali habis manggung saya laundry karena takut bahannya rusak segala macam. Itu prestasi sendiri buat saya, kepuasan diri sendiri," katanya.

Melly mengaku, dari ibunya ia memperoleh kepandaian menawar. "Belajar menawar itu dari Mama. Misalnya, harga 100 (rupiah), kita paling mentok menawar setengahnya. Kalau di pasar seperti itu, kita bisa dapatkan setengah harga sudah bagus banget," ujarnya.

Namun, Melly tidak bisa berbuat banyak untuk urusan berbelanja sepatu. "Rata-rata sepatu itu buat kenyamanan, karena kalau kita manggung itu sudah pasti berdiri, loncat-loncat, mau enggak mau kualitas sepatu harus diperhatikan," ujar Melly. "Pokoknya, kalau sepatu, saya prefer yang bermerk, karena untuk kenyamanan. Mau enggak mau harganya rada-rada tinggi. Tapi, kadang yang diskonan juga saya ambil," sambungnya.

Melly mengaku, ia baru memperhatikan fashion sejak bergabung dalam she. "Pokoknya, waktu mulai di dunia musik, saya juga baru belajar, karena tahu kalau jadi musisi cewek enggak hanya dilihat fisiknya dan bisa nyanyi," katanya. "Tapi, kita juga harus memperhatikan performance kita. Artinya, kostum, rambut, make-up jadi satu kesatuan," tambahnya.

Dalam memperhatikan fashion, ia pun butuh tahap untuk mempelajarinya. "Bertahap banget. Kami dulu belum menyadari kualitas make-up murah. Bukan cuma karena mahal, melainkan juga karena kualitas performance. Jadi, saya belajar juga. Lihat internet dan baca majalah, itu ngebantu banget," tutupnya. (C7-09)

This content has passed through fivefilters.org.



image

Tidak ada komentar:

Posting Komentar