Kamis, 03 Desember 2009

lifestyle: Andy /rif Terinspirasi Fashion Glam Rock Ucok AKA

lifestyle: Andy /rif Terinspirasi Fashion Glam Rock Ucok AKA


Andy /rif Terinspirasi Fashion Glam Rock Ucok AKA

Posted:

JAKARTA, KOMPAS.com - Di mata vokalis Andy "/rif", fashion panggung (mendiang) rocker Ucok "AKA" Harahap (70), yang meninggal dunia pada Kamis (3/12) pagi di Surabaya, merupakan fashion glam rock Indonesia.

"Bisa dibilang Bang Ucok itu glam rock-nya Indonesia," kata pria bernama lengkap Restu Triandi ini dalam wawancara lewat telepon oleh Kompas.com, Kamis (3/12).

Andy, yang terbiasa tampil atraktif ketika manggung bersama teman-teman band /rif-nya, angkat topi atas fashion penampilan Ucok yang belum bisa tersaingi hinga kini. "Bang Ucok itu kalau tampil selalu dengan kostum, dengan konsep dan tema yang berbeda. Bisa dibilang, fashion glam rock Indonesia yang sesungguhnya. Nah, hal seperti itu tidak bisa ditemukan di band zaman sekarang," kata Andy lagi.

Sebagai rocker masa kini, Andy tak segan mengaku bahwa ia terinspirasi oleh fashion glam rock Ucok. "Ya, saya dan 'anak-anak' (Jikun, Magi, dan Ovie dari /rif) memang ter-influence oleh Bang Ucok. Apalagi, dia itu sampai seumurnya masih bisa jingkrak-jingkrak (di atas pentas)," ujarnya. (C7-09)

This content has passed through fivefilters.org.



image

Sophie Navita Kecanduan High Heels

Posted:

JAKARTA, KOMPAS. com - Dalam menunjang penampilannya, ada yang kurang bagi Sophie Navita bila mengenakan sepatu berhak tinggi dan runcing atau high heels. Dengan mengenakan high heels percaya dirinya akan bertambah.

"Pakai high heels itu syarat buatku, karena kalau enggak pakai rasanya pusing. Kalau di dunia entertainment itu satu paket dan harus terlihat prima. Dengan pakai high heels aku merasa terlihat prima saja. Apalagi, postur tubuhku kurang mendukung. Jadi, biar postur tubuhku terlihat bagus, terlihat pas juga," jelas istri vokalis dan pencipta lagu Pongki "Jikustik" ketika ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Rabu (2/12).

Saking cinta terhadap high heels, sampai-sampai Sophie mengaku tidak ingin jauh-jauh dari high heels. "Hampir setiap hari aku pakai high heels. Pakai sepatu yang teplek (beralas tipis) paling cuma kalau antar anak sekolah aja. Kalau perlu, tidur juga pakai high heels," akunya berbumbu canda. "Kalau cari sepatu kets saja, aku cari yang (alasnya) agak high," tambahnya.

Menurut Sophie, sebetulnya high heels kadang menjadikan kaki tampak tidak bagus. "Kalau pakainya enggak benar, betis malah kelihatan gede. Kalau aku, sesuai dengan kaki saja," kata Sophie, yang memilih high heels 9-12 cm.

Sophie mengaku memiliki banyak high heels, yang dibelinya berdasarkan kebutuhannya bekerja di dunia entertainment. Dalam sebulan ia bisa membeli satu-dua high heels. Ia berburu high heels di dalam dan luar negeri.

Demi kenyamanan dan keselamatan kaki serta percaya diri, Sophie sangat berhati-hati dalam membeli sepatu. "Syarat high heels yang aku cari itu, begitu dipakai enggak goyang-goyang kakinya. Pastinya harus nyaman dan enggak bikin kaki lecet," katanya lagi. "Terus, aku sering latihan di rumah, biar melatih balance-nya," sambungnya. "Selama ini belum pernah ada kejadian (hak sepatunya) patah di depan umum. Kalau hampir patah, enggak dipakai lagi. Dan, sepatu itu benar-benar dijaga," imbuhnya.

Mengenai anggaran untuk membeli sepatu tersebut, Sophie mengaku tidak ada yang khusus. "Budget-nya enggak ada batasnya. Kalau lihat dan suka, pasti beli. Enggak aku atur untuk itu, karena itu kan bukan kebutuhan primer. Kalau ada, beli. Kalau enggak ada, enggak apa-apa," ujarnya. (C9-09)

This content has passed through fivefilters.org.



image

Tidak ada komentar:

Posting Komentar