lifestyle: Sigi Wimala Terpincut Sepatu Boots |
- Sigi Wimala Terpincut Sepatu Boots
- Sarah Azhari: "My Body is My Temple"
- Bawakan Lagu Religi, Kotak Pertahankan Style
| Sigi Wimala Terpincut Sepatu Boots Posted: JAKARTA, KOMPAS.com - Model yang juga bintang film Sigi Wimala Somyadewi, mengaku sedang kesengsem mengenakan sepatu boots. Dari lima sepatu koleksinya, perempuan yang pernah menjadi Juara GADIS Sampul 1999 ini, mengaku sangat menyukai sepatu krem bermerk Dokmar. "Sepatu itu khusus untuk daerah salju. Warnanya krem," ujar Sigi Ketika ditemui Kompas.com dalam acara malam penganugerahan Black Innovation Awards 2009, di Citos, Jakarta Selatan, Sabtu (8/8). Sigi pun mengungkapkan beberapa alasan mengapa ia memilih sepatu boots. Katanya, karena ia suka yang simple dan nyaman. "Enak aja pake boots. Enggak ribet dan lebih protecting." ungkap Sigi dengan Boots hitamnya. Walaupun dipakai sehari-hari, Boots tak membuat kaki mulusnya menjadi lecet. Namun, ia pun tak memungkiri untuk memakai sepatu lain. "Tahu kondisilah. Masa ke acara resmi pakai boots," lanjutnya. Pilihannya untuk memakai boots tak lepas dari penampilannya yang cuek dan mempunyai banyak teman pria. "Gayaku cuek dan banyak teman pria. Hal itu kali yah," katanya. Tak hanya itu, rupanya kekasihnya juga memakai boots. "Cowokku juga pakai boots," lanjutnya. Sayang, pilihannya memakai sepatu boots ternyata menuai protes. Ibunya, T Kusumawardani, selalu menegurnya. "Nyokap selalu ngomel. Ayo dong rapi dikit," kata Sigi menirukan omongan Ibunya. This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now |
| Sarah Azhari: "My Body is My Temple" Posted: JAKARTA, KOMPAS. com -- Selalu berpenampilan dengan pakaian yang cukup terbuka, membuat Sarah Azhari terlihat seksi di mata orang yang melihatnya. Bagi Sarah, keseksiannya itu adalah anugerah dari Sang Pencipta yang harus dijaganya. "Saya pikir kita sebagai manusia harus mensyukuri yang kita punya dan kita harus menjaga apa yang kita miliki seperti kata istilah my body is my temple. Jadi kita harus senang apa yang kita punya," tutur Sarah ditemui di Studio Penta, Jakarta Barat, Kamis (6/8). Cap seksi yang diterimanya, menurut adik aktris Ayu Azhari ini, adalah sebuah pujian untuk dirinya. Ia Karenanya ia tak merasa harus risi. "Saya rasa, semua perempuan di dunia sama saja, kalau dia nyaman dan percaya diri apa salahnya," imbuh Sarah, yang mengaku tidak pernah memantang makanan untuk menjaga keindahan tubuhnya. "Kalau dibilang seksi oleh masyarakat itu merupakan pujian buat saya, apapun yang diberikan Tuhan saya hanya bisa mensyukuri," lanjut Sarah. Terkait pekerjaanya di dunia akting, Sarah mengaku pilah-pilah terlebih dahulu. Ia tak mau menerima peran yang menurutnya hanya mengekploitasi keindahan tubuhnya. "Kalau di dalam akting saya mengikuti apa kata sutradara dan produser, tapi kalau sampai keterlaluan tidak akan saya lakukan," aku Sarah. Sarah mengaku tak segan-segan menolak tawaran bekerja yang di luar akal sehatnya. "Saya selama ini bekerja secara profesional, kalau ada yang tidak masuk di akal saya juga punya sesuatu untuk membantahnya, saya belajar dari pengalaman," papar Sarah. (C9-09) This posting includes an audio/video/photo media file: Download Now |
| Bawakan Lagu Religi, Kotak Pertahankan Style Posted: JAKARTA, KOMPAS.com - Band Kotak, yang terkenal dengan lagu-lagu pop-rock berlirik cinta, mengaku tak akan mengubah gaya dandanan yang bernuansa "cadas" ketika mereka menyajikan lagu-lagu religi. "Mengubah style penampilan, enggak sih. Buktinya dalam video clip kami tetap mempertahankan style kami. Ini buat kenyamanan saja," ungkap gitaris Kotak, Cella, ketika ditemui di Jakarta, Selasa (4/8), dalam peluncuran single religi Kotak yang berjudul Kembali untuk-Mu dan dicipta oleh Cella. Tantri, vokalis Kotak, menambahkan bahwa dandanan Kotak dengan pakaian ala rock star itu tidaklah sepenting makna lirik lagu Kembali untuk-Mu. "Tuhan enggak lihat luarnya manusia, tapi sampai ke dalamnya-dalamnya manusia," tuturnya. "Bikin album religi bukan sesuatu yang gampang. Kita harus mengerudungkan hati dulu dan bercermin ke diri kita," imbuhnya. Lagu Kembali untuk-Mu sendiri dicipta lima tahun lalu. Tapi, aransemen musiknya tetap bernuansa zaman sekarang. "Di sini Kotak mainin nuansa musik Kotak, tapi ini sesuatu yang baru dari 12 lagu yang ada di album Kotak," jelas Posan, sang drummer. "Ini bukan mellow, tapi kami sebut ini ballad. Kami juga manusia, perlu warna," timpal Chua, pemain bas Kotak. "Lagu ini lebih menyadarkan manusia ke Tuhannya sebelum 'kembali'," tutup Cella. (C7-09) |
| You are subscribed to email updates from Add Images to any RSS Feed To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
Inbox too full? ![]() | |
| Google Inc., 20 West Kinzie, Chicago IL USA 60610 | |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar